Sistem Oprasi #3



Aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses pada sistim oprasi

Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:

  1. Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses. Sistem operasi bertugas mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan oleh sebuah proses dan kemudian mengambil sumber daya itu kembali setelah proses tersebut selesai agar dapat digunakan untuk proses lainnya.
  2. Menunda atau melanjutkan proses. Sistem operasi akan mengatur proses apa yang harus dijalankan terlebih dahulu berdasarkan berdasarkan prioritas dari proses-proses yang ada. Apa bila terjadi 2 atau lebih proses yang mengantri untuk dijalankan, sistem operasi akan mendahulukan proses yang memiliki prioritas paling besar.
  3. Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi. Sistem operasi akan mengatur jalannya beberapa proses yang dieksekusi bersamaan. Tujuannya adalah menghindarkan terjadinya inkonsistensi data karena pengaksesan data yang sama, juga untuk mengatur urutan jalannya proses agar setiap proses berjalan dengan lancar.
  4. Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi. Sistem operasi menyediakan mekanisme agar beberapa proses dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi (contohnya berbagi sumber daya antar proses) satu sama lain tanpa menyebabkan terganggunya proses lainnya.
  5. Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock. Deadlock adalah suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti karena setiap proses memiliki sumber daya yang tidak bisa dibagi dan menunggu untuk mendapatkan sumber daya yang sedang dimiliki oleh proses lain. Saling menunggu inilah yang disebut deadlock(kebuntuan). Sistem operasi harus bisa mencegah, menghindari, dan mendeteksi adanya deadlock. Jika deadlock terjadi, sistem operasi juga harus dapat memulihkan kondisi sistemnya.

System Call
Pada dasarnya System call dapat dikelompokkan dalam 5 kategori, yaitu :

1. Kontrol Proses
Hal-hal yang dilakukan:
Mengakhiri (end) dan membatalkan (abort);
Mengambil (load) dan eksekusi (execute);
Membuat dan mengakhiri proses;
Menentukan dan mengeset atribut proses;
Wait for time;
Wait event, signal event;
Mengalokasikan dan membebaskan memori.

2. Manipulasi File
Hal-hal yang dilakukan:
Membuat dan menghapus file;
Membuka dan menutup file;
Membaca, menulis, dan mereposisi file;
Menentukan dan mengeset atribut file;

3. Manipulasi Device 
Hal-hal yang dilakukan:
Meminta dan mmebebaskan device;
Membaca, menulis, dan mereposisi file;
Menentukan dan mengeset atribut device;

4. Informasi Lingkungan 
Hal-hal yang dilakukan:
Mengambil atau mengeset waktu atau tanggal;
Mengambil atau mengeset sistem data;
Mengambil atau mengeset proses, file atau atribut-atribut device;

5. Komunikasi 
Hal-hal yang dilakukan:
Membuat dan menghapus sambungan komunikasi;
Mengirim dan menerima pesan
Mentransfer satus informasi


Keadaan Proses di dalam sistem oprasi :

Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/ asal). Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Tiap proses mungkin adalah satu dari keadaan berikut ini:

  • New : Proses sedang dikerjakan/ dibuat. 
  • Running : Instruksi sedang dikerjakan.
  • Waiting : Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/O atau penerimaan sebuah tanda/ signal).
  • Ready : Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor. 
  • Terminated : Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/ mengeksekusi.




PCB (Proses Control Block)
Tiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah process control block
(PCB) - juga disebut sebuah control block. Sebuah PCB ditunjukkan dalam PCB berisikan banyak bagian dari informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, termasuk ini:

  • Keadaan proses: Keadaan mungkin, new, ready, running, waiting, halted, dan juga banyak lagi. 
  • Program counter: Counter mengindikasikan address dari perintah selanjutnya untuk dijalankan untuk proses ini. 
  • CPU register: Register bervariasi dalam jumlah dan jenis, tergantung pada  rancangan komputer.
  • Register tersebut termasuk accumulator, index register, stack pointer, general- puposes register, ditambah code information pada kondisi apa pun. Besertaan dengan program counter, keadaan/ status informasi harus disimpan ketika gangguan terjadi, untuk memungkinkan proses tersebut berjalan/bekerja dengan benar setelahnya. 
  • Informasi managemen memori: Informasi ini dapat termasuk suatu informasi sebagai nilai dari dasar dan batas register, tabel page/ halaman, atau tabel segmen tergantung pada sistem memori yangdigunakan oleh sistem operasi
  • Informasi pencatatan: Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu riil yang digunakan, batas waktu, jumlah akun, jumlah job atau proses, dan banyak lagi. 
  • Informasi status I/O: Informasi termasuk daftar dari perangkat I/O yang di gunakan pada proses ini, suatu daftar open berkas dan banyak lagi.


Struktur Sistem Operasi

Sebuah sistem yang besar dan kompleks seperti sistem operasi modern harus diatur dengan cara membagi task kedalam komponen-komponen kecil agar dapat berfungsi dengan baik dan mudah.

Brikut ini adalah Struktur Sistem Operasi;

  1. Struktur Sederhana
  2. Sistem Berlapis (layered system)
  3. Kernel Mikro
  4. Modular (Modules)
  5. Mesin Maya ( Virtual Machine )
  6. Client-Server Model
  7. Sistem Berorientasi Objek


1. Struktur Sederhana
Sistem operasi sebagai kumpulan prosedur dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan.

2. Sistem Berlapis (layered system)
Sistem operasi dibentuk secara hirarki berdasar lapisan-lapisan, dimana lapisan-lapisan bawa memberi layanan lapisan lebih atas.

3. Kernel Mikro
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user.

4. Modular (Modules)
Kernel mempunyai kumpulan komponen-komponen inti dan secara dinamis terhubung pada penambahan layanan selama waktu boot atau waktu berjalan.

5. Mesin Maya ( Virtual Machine )
Mesin maya mempunyai sistem timesharing yang berfungsi untuk ,menyediakan kemampuan untuk multiprogramming dan perluasan mesin dengan antarmuka yang lebih mudah.

6. Client-Server Model
Mengimplementasikan sebagian besar fungsi sistem operasi pada mode pengguna (user mode). Sistem operasi merupakan kumpulan proses dengan proses-proses dikategorikan sebagai server dan client.

7. Sistem Berorientasi Objek
Sisten operasi merealisasikan layanan sebagai kumpulan proses disebut sistem operasi bermodel proses. Pendekatan lain implementasi layanan adalah sebagai objek-objek.

Lebih lengkap, cek sumber :
http://depemaginting.wordpress.com/2011/03/24/struktur-sistem-operasi/


Penjadualan Shortes Job First(SJF)

Ada dua skema dalam SJFS ini yaitu:

1. nonpremptive : ketika CPU memberikan perintah kepada proses, proses itu tidak bisa ditunda hingga selesai.

2. premptive : bila sebuah proses datang dengan waktu prose lebih rendah dibandingkan dengan waktu proses yang sedang dieksekusi oleh CPU maka proses yang waktunya lebih rendah mendapatkan prioritas. Skema ini disebut juga Short - Remaining Time First (SRTF).

SJF algoritma mungkin adalah yang paling optimal, karena ia memberikan rata-rata minimum waiting untuk kumpulan dari proses yang mengantri. Dengan mengeksekusi waktu yang paling pendek baru yang paling lama. Akibatnya rata rata waktu mnenuggu menurun.


Penegrtian dari Monoprograming dan Multiprograming.

Monoprogramming berarti hanya ada satu proses dalam satu waktu di memori dan sistem operasi. ciri-ciri Monoprogramming :


  1. Hanya terdapat satu proses pada satu saat, sehingga proses baru akan menimpa proses lama yang sudah selesai eksekusi.
  2. Hanya satu proses mengunakan semua memori.
  3. Pemakai memusatkan program keseluruh memori dari disk atau tape.
  4. Program mengambil kendali seluruh mesin.
  5. Karena hanya terdapat satu proses dan menguasai seluruh sistem, maka eksekusi memori dilakukan secara berurutan.


Multiprogramming berarti meletakan lebih dari sebuah program di main memory. Multiprograming akan melakukan intruksi-intruksi dari beberapa program secara bersamaan waktu, tetapi memproses sebagian intruksi dari suatu program kemudian memproses sebagian intruksi yang lain dan seterusnya. Tugas dari OS untuk menangani pemindahan (switch) pemrosesan dari program satu ke program lainnya. Manajemen memori multiprogramming sederhana mempunyai ciri-ciri berikut :


  1. Alokasi memori dengan partisi tetap untuk setiap proses.
  2. Alokasi memori dengan partisi beragam sesuai besarnya proses.
  3. Alokasi memori dibantu dengan disk (swap area), proses dapat berpindah dari memori ke disk.
  4. Virtual memori.


Sumber :
http://alimudinnn.wordpress.com/2013/01/01/perbedaan-monoprogramming-dan-multiprogramming-sistem-operasi/



Konsep Dasar dan Definisi Proses

Secara informal; proses adalah program dalam eksekusi. Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadang kala dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor's register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikan variabel global.

Kami tekankan bahwa program itu sendiri bukanlah sebuah proses; suatu program adalah satu entitas pasif; seperti isi dari sebuah berkas yang disimpan didalam disket, sebagaimana sebuah proses dalam suatu entitas aktif, dengan sebuah program counter yang mengkhususkan pada instruksi selanjutnya untuk dijalankan dan seperangkat sumber daya/ resource yang berkenaan dengannya.

Walau dua proses dapat dihubungkan dengan program yang sama, program tersebut dianggap dua urutan eksekusi yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa pengguna dapat menjalankan copy yang berbeda pada mail program, atau pengguna yang sama dapat meminta banyak copy dari program editor. Tiap-tiap proses ini adakah proses yang berbeda dan walau bagian tulisan-text adalah sama, data section bervariasi. Juga adalah umum untuk memiliki proses yang menghasilkan banyak proses begitu ia bekerja. Kami mendiskusikan masalah tersebut pada bagian berjudul Hubungan Antara Proses.

sumber : http://ikc.dinus.ac.id/umum/ibam/ibam-os-html/i2.html

Type - type ancaman terhadap sistim informasi.

Tipe-tipe ancaman terhadap keamanan sistem komputer dapat dimodelkan dengan memandang fungsi sistem komputer sebagai penyedia informasi. Berdasarkan fungsi ini, ancaman terhadap sistem komputer dikategorikan menajdi empat ancaman, yaitu :

- Interupsi
Sumber daya sistem komputer dihancurkan atau menjadi tak tersedia atau tak berguna. Interupsi merupakan ancaman terhadap ketersediaan. Contoh :

  • Penghancuran bagian perangkat keras, seperti harddisk
  • Pemotongan kabel komunikasi

- Intersepsi
Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Intersepsi merupakan ancaman terhadap keterahasiaan. Pihak tak diotorisasi dapat berupa orang atau progaram komputer.
Contoh :

  • Penyadapan untuk mengambil data rahasia.
  • Mengkopi file tanpa diotorisasi


- Modifikasi
Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Modifikasi merupakan ancaman terhadap integritas. Contoh :

  • Mengubah nilai-nilai file data
  • Mengubah program sehingga bertindak secara beda
  • Memodifikasi pesan-pesan yang ditransmisikan pada jaringan

- Fabrikasi
Pihak tak diotorisasi menyisipkan atau memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Fabrikasi merupakan ancaman terhadap integritas. Contoh :

Memasukkan pesan-pesan palsu ke jaringan Penambahan record ke file.

Autentikasi Pemakai


Kebanyakan proteksi didasarkan asumsi sistem mengentahui identitas pemakai. Masalah identifikasi pemakai ketika login disebut otentifikasi pemakai (user authentication). Kebanyakan metode atutentikasi didasarkan pada tiga cara, yaitu :

1. Suatu yang diketahui pemakai, misalnya :

  • passsword
  • kombinasi kunci
  • nama kecil ibu mertua, dsb

2. Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya :
  • badge
  • kartu identitas
  • kunci, dsb

3. Sesuatu mengenai (merupakan ciri) pemakai, misalnya :

  • sidik jari
  • sidik suara
  • foto
  • tanda tangan, dsb

Password

Pemakai memilih satu kata kode, mengingatnya dan mengetikan saat akan mengakses sistem komputer. Saat diketikkan, komputer tidak menampilkan di layar. Teknik ini mempunyai kelemahan yang sangat banyak dan mudah ditembus. Pemakai cenderung memilih password yang mudah diingat. Seseorang yang kenal dengan pemakai dapat mencoba login dengan sesuatu yang diketahuinya mengenai pemakai. Percobaan Morris dan Thompson menyatakan proteksi password dapat ditembus dengan mudah. Percobaan yang dilakukan adalah :

terdapat file berisi nama depan, nama kecil, nama jalan, nama kota dari kamus ukuran sedang disertai dengan pengejaan dibalik, nomor plat mobil yang valid dan string-string pendek karakter acak.
Isian di file dicocokkan dengan file password Hasil percobaan menunjukkan lebih dari 86% cocok dengan password digunakan pemakai di file password.

Sumber :
http://ndaysen.blogspot.com/2011/06/keamanan-komputer_07.html

  1. user mode adalah software dibatasi aksesnya terhadap bagian-bagian hardware tertentu seperti memori utama, eksekusi dilakukan untuk kepentingan user.  
  2. Monitor mode adalah (disebut juga kernel mode atau system mode)
  3. kernel mode Adalah software yang memiliki akses terhadap semua instruksi dan ke setiap bagian hardware 
sumber :
http://retnoastirso1.blogspot.com/2010/10/kernel.html

################################################################################
                                      DOWNLOAD MODUL !!!
################################################################################

Bab 1. hal umum pada sistem oprasi.


  1. Memahami fungsi dasar Sistem Operasi. 
  2. Mengetahui sejarah Sistem Operasi.
  3. Mengetahui dan memahami struktur suatu Sistem Komputer, meliputi Sistem Operasi 
  4. Komputer, Struktur I/O, Struktur Penyimpanan, Storage Hierarchy, dan Proteksi Perangkat Keras. 
  5. Mengetahui dan memahami struktur Sistem Operasi, meliputi Managemen Proses,
  6. Managemen Memori Utama, Managemen Secondary Storage, Managemen Sistem I/O,
  7. Managemen Berkas, Sistem Proteksi, Jaringan dan Command-Interpreter System. 
  8. Memahami layanan apa saja yang disediakan Sistem Operasi. 
  9. Memahami konsep System Calls, 
  10. Memahami konsep Struktur Sistem Operasi
  11. Memahami Perancangan dan Implementasi Sistem
  12. Memahmi System Generation.


Bab 2. Proses dan threed

  1. Memahami konsep dasar dan definisi dari proses
  2. Menjelaskan keadaan/status proses
  3. Memahami Process Control Block
  4. Memahami operasi-operasi Proses
  5. Memahami Hubungan antar Proses 
  6. Memahami konsep Thread 
  7. Memahami konsep dasar Penjadualan CPU 
  8. Memahami algoritma-algoritma Penjadualan CPU, meliputi FCFS, SJF, Prioritas, Round Robin, Multiprocessor 


Bab 3. Sinkronisasi Dan deathlock


  1. Memahami konsep dasar sinkronisasi dalam kaitannya dengankerjasama diantara proses-proses yang ada
  2. Memahami bagaimana proses penanganan maslalah pada proses yang secara bersamaan menggunakan memori yang sama
  3. Memahami konsep deadlock, apa saja dapat menimbulkan deadlock dan bagaimana mengatasinya 


Bab 4. Memory Dan virtual memory


  1. Memahami  konsep dasar memori dipandang dari fisik dan logik
  2. Memahami pengalamatan di memori
  3. Memahami pertukaran data di memori
  4. Memahami konsep pemberian halaman pada memori
  5. Memahami konsep segmentasi
  6. Memahami konsep dasar virtual memori
  7. Memahami bagaimana demmand paging terjadi
  8. Memahami algoritma-algoritma pemindahan halaman
  9. Memahami pengalokasian frame
  10. Memahami penyebab thrasing


Bab 5. Sistem berkas.

  1. Memahami konsep dasar sistem berkas
  2. Mengetahui metode akses pada sistem berkas
  3. Memahami struktur direktori
  4. Memahami struktur berkas
  5. Memahami proteksi sistem berkas
  6. Memahami implementasi direktori 


Bab 6. I/O dan Disk

  1. Memahami konsep perangkat keras I/O
  2. Memahami konsep DMA
  3. Memahami interface yang ada pada aplikasi I/O
  4. Memahami kinerja I/O
  5. Memahami struktur disk
  6. Memahami penjadualan disk
  7. Memahami manajemen disk
  8. Memahami masalah yang berkaitan dengan sisten operasi


Bab 7. Keamanan Dan Berkas.


  1. Memahami mekanisme proteksi yang diperlukan dalam suatu system computer dari segala macam ancaman
  2. Menganalisa masalah sekuriti system computer


Download Modul - Modul di atas disini
http://www.mediafire.com/download/n7etl181h1et26p/sistem_operasi.rar


Terimakasih sudah datang dan membaca artikel kami Sertakan link sumber untuk menghargai karya cipta orang lain :)
Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Dilarang Menggunakan Bahasa Yang Kotor Dan Berbau SARA
jika ada link yang rusak atau request silahkan menuju ke link ini : DISINI

Recommendation

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...