Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Struktur Ogranisasi Data 2 - Queue (Antrean)



QUEUE (ANTREAN)


Pengertian Queue /Antrean

Secaraharfiah queue dapatdiartikansebagaiantrean. Queue merupakankumpulan data denganpenambahan data hanya dapat dilakukanmelaluisatusisi, yaitubelakang (tail) danpenghapusan data hanyamelaluisisidepan (head). queuebersifat FIFO(First In First Out), yaitu data yang pertamamasukakankeluarterlebihdahuludan data yang terakhirmasukakankeluarterakhir. Berikutiniadalahgambaranstruktur data queue.




Elemen yang pertama kali masukkedalam queue disebutelemendepan (front/head of queue), sedangkanelemen yang terakhir kali masukke queue disebutelemenbelakang (rear/tail of queue).

Aturan penambahan dan penghapusan elemen pada queue, yaitu pada penambahan elemen selalu di lakukan melalui salah satu ujung, menempati posisi di belakang elemen-elemen yang sudah masuks ebelumnya atau menjadi elemen paling belakang. Sedangkan penghapusan elemen dilakukan di ujung yang berbeda, yaitu pada posisi elemen yang masuk paling awal atau elemen terdepan.

Operasi-operasi dasar dari sebuah queue adalah :1.Enqueue : proses penambahanelemen di posisibelakang
2.Dequeue : proses pengambilanelemen di posisidepan

Selain operasi dasar di atas, ada pula operasi-operasi lain yang dapat dilakukan terhadap sebuah queue yaitu :

1.CREATE (Q) Operator yang menunjukkan suatu antrean hampa Q.
Berarti : Noel (Q) = 0
Front (Q) & Rear (Q) = tidak terdefinisi

2.ISEMPTY (Q) Operator yang menunjukkan apakah antrean Q hampa.
Operand : tipe data antrean
Hasil : tipe data boolean
ISEMPTY (CREATE (Q)) = True

3.INSERT (E, Q) Operator yang menginsert elemen E ke dalam antrean Q.
E ditempatkan di bagian belakang antrean.
Hasil : antrean yang lebih besar.
REAR (INSERT (E, Q)) = E
ISEMPTY (INSERT (E, Q)) = False

4.REMOVE (Q)Operator yang menghapus elemen bagian depan dari antrean Q.
Hasil : antrean yang lebih pendek.
Pada setiap operasi, Noel (Q) berkurang 1 dan elemen ke-2 menjadi elemen terdepan.
Jika Noel (Q) = 0 maka Q = hampa
Remove (Q) = kondisi error (underflow condition)
Remove (Create (Q)) = kondisi error (underflow condition)



Jikaadaelemenbaru yang akanmasukpadagambar (a), makaiaakandiletakkandisebelahkanan F (gambar (b)). Jikaadaelemen yang akandihapus, maka A akandihapuslebihdulu (gambar (c)).


Contoh deklarasi antrian :

Const max = 5
Varantrian : array [1..max] of char;
Belakang, depan : integer; x : char;

Dengan menggunakan array, maka overflow dapat terjadi jika antrian telah penuh, sementara masih ingin menambah elemen kedalam antrian. Dengan mengabaikan adany aoverflow, maka penambahan elemenbaru yang dinyatakanolehvar x dapat diimplementasikan denganstatemen :

belakang := belakang + 1;
antrian [belakang] := x;

Operasi penghapusan bisadi implementasikan dengan ;

x := antrian [depan];
depan := depan + 1;


Padagambar (a) posisidepan = 1 danbelakang = 0. Padagambar (b) keadaan setelah penambahan empat buah elemen dimana posisi depan = 1 dan belakang = 4. Pada gambar(c) keada ansetelah penghapusan duabuahel emen dimanaposisidepan = 3 danbelakang =4. Padagambar (d) keadaansetelahpenambahanduabuahelemendiamanaposisidepan =3 danbelakang = 5.

Jikaakanditambahelemenbaru, makanilaibelakangharusditambahsatumenjadi 6.Sedangkanlarikantriantersebuthanyaterdiridari 6 elemensehinggatidakbisaditambahlagimeskipunsebenarnyalariktersebutmasihkosong di duatempat.Olehkarenaitudilakukandenganmetodapenggeserandimanajikaadaelemen yang dihapus, makasemuaelemen lain digesersehinggaantrianselaludimulaidaridepan = 1.

x := antrian [1];
for i := 1 to belakang-1 do
begin
antrian [ i] := antrian [i +1];
end;



Pada gambar (a) posisi depan = 1 dan belakang = 0. Pada gambar (b) keadaan setelah penambahan empat buah elemen di mana posisi depan = 1 dan belakang = 4. Padagambar(c) keadaan setelah penghapusan dua buah elemen dimana posisi depan = 1 dan belakang= 2. Pada gambar (d) keadaan setelah penambahan dua buah elemen di mana posisi depan =1 dan belakang = 4.Cara penggeseran elemen tidak efisien untuk larik berukuran besar.Oleh karena itu dilakukan dengan larik yang menyimpan elemen antrian sebagai larik memutar (circular).

b. Dengan Menggunakan Circular Array
  
Salah satuvariasi array adalah array melingkar (circular array), artinya array dapat diakses mulai dari sembarang indeks (indeksawal) kearah indeks terakhir (maksimum array), lalu memutar ke indeks pertama hingga kembali ke indeks awal. Circular array adalah array yang dibuatseakan-akan merupakan sebuah lingkaran dengan titik awal dan titik akhir saling bersebelahan jika array tersebut masih kosong.Jumlah data yang dapat ditampung oleh array ini adalah besarnya ukuran array dikurangi 1.Misalnya besar array adalah 8, makajumlah data yang dapat ditampung adalah 7.

Dengan circular array, meskipun posisi terakhir telah terpakai, elemen baru tetap dapat ditambahkan pada posisi pertama jika posisi pertama dalam keadaan kosong.Jika nilai head dan tail mencapai maksimum, maka akan dikembalikan keposisiawal. Queue dengan circular array dapat dibayangkan sebagaiberikut :


Aturan-aturandalam queue yang menggunakan circular array adalah :
  1. Proses penghapusan dilakukan dengan cara nilai depan (front) ditambah 1  : depan = depan + 1.
  2. Proses penambahan elemen sama dengan linear array yaitu nilai belakang ditambah 1 : belakang = belakang + 1.
  3. Jika depan = maka s dan ada elemen yang akan dihapus, maka nilai depan = 1.
  4. Jika belakang = maks dan depan tidak 1 maka jika ada elemen yang akan ditambahkan ,nilai belakang=1
  5. Jika hanya tinggal 1 elemen di queue (depan = belakang), dan akan dihapus maka depan di isi 0 dan belakang di isi dengan 0 (queue kosong).

Front dan Tail akanbergerakmaju, jika ;
  1. Untuk penambahan.
  2. Tail sudah mencapai elemen terakhir array akan memakai elemen pertama array yang telah dihapus.
  3. Untuk pengahapusan.
  4. Front telah mencapai elemen terakhir array, maka akan menuju elemen pertama jika antrian masih berisi elemen.

Keunggulan representasi circular adalah seluruh kapasitas antrian bisa terpakai seleruhnya.Berdasarkan ilustrasi sebelumnya dapat disusun prosedur untuk menambah dan menghapus elemen antrian sebagai berikut ini :

Constmax_elemen = 5;
Type antri = array [1..max_elemen] of char;
Varantrian :antri;
depan, belakang : integer;

Nilai awal untuk depan dan belakang masing-masing 0.

Depan := 0; Belakang := 0;

Proses dequeue hanya bisa dilakukan jika queue dalam keadaan tidak kosong.Ada beberapa kondisi  yang harus diperhatikan ketika dequeue elemen queue yaitu :
  • Kondisi ketika posisi depan sama dengan posisi belakang (queue hanya memiliki 1elemen) maka nilai depan dan belakang di isi dengan 0 (queue kosong).
  • Jika posisi depan sama dengan posisi maks_queue maka posisi depan berpindah ke 1.
  • Selain itu, posisi depan ditambah dengan 1 : depan = depan + 1  

Impelementasinya dalam bahasa Pascal adalah :

function dequeue (var q : antri) : char;
begin
if (depan=0) and 9belakang=0) then then
write (‘ antriankososng’);
else
begin
dequeue := q [depan];
ifdepan = max_elemen then
depan := 1
else
depan := depan + 1;
end;
end;


DEQUE (Queue Ganda atau Double Queue)

Suatu linear list, yang penambahan dan penghapusan elemen dapatdilakukan pada kedua sisi ujung list, tetapi tidak dapat dilakukanditengah-tengah list.

Deque (menggunakan array sirkular)Menggunakan 2 pointer/penunjuk :
1. LEFT : sisi kiri dari deque
2. RIGHT : sisi kanan dari deque

Asumsi : elemen deque berurut dari kiri ke kanan.
Contoh : Menggambarkan 2 buah deque, masing-masing berisi 4elemen, yang ditempatkan di dalam sebuah Array dengan 8 lokasimemori.  


2 variasi deque, yaitu :

  1. Deque Input Terbatas : Pemasukan elemen pada satu ujung list, penghapusan elemen pada kedua ujung list.
  2. Deque Output Terbatas : Pemasukan elemen pada kedua ujung list, penghapusan elemen pada salah satu ujung list.

Antrean Berprioritas

Himpunan elemen, yang setiap elemennya telah diberikan sebuah prioritas, dan urutan proses penghapusan elemen adalah berdasarkan aturan berikut :
  1. Elemen yang prioritasnyalebihtinggi, diproses lebih dahulu dibandingkan dengan elemen yang prioritasnya lebih rendah.
  2. Dua elemen dengan prioritas yang sama, diprosesse suai dengan urutannya sewaktu dimasukkan kedalam antrean berprioritas.




Terimakasih sudah datang dan membaca artikel kami Sertakan link sumber untuk menghargai karya cipta orang lain :)

Struktur Organisasi Data - Stack

kali ini saya akan membagikan makalah Struktur Ogranisasi Data dengan materi Stack.




Pembukaan

Pengenalan stack yang kita pelajari sudah mulai dari  semester 2 yang lalu, dan berlanjut hingga semester 4 ini.

Stack merupakan urutan elemen yang mengikuti konsep LIFO (Last In First Out). Maksud dari kata itu adalah, suatu antrian yang terakhir masuk kedalam antrian tersebut tetapi antrian itu yang paling awal dikeluarkan contohnya seperti tumpukan dalam suatu kardus yang paling atas, yang duluan diambil. Add(penambahan) dan remove(penghapusan) selalu dilakukan dari atas.

Operasi pada stack:

a. Create (stack)
b. Isempty (stack)
c. Push (elemen, stack)
d. POP

Stack atau tumpukan adalah bentuk khusus dari linear list. Pada stack, penghapusan serta pemasukan elemennya hanya dapat dilakukan di satu posisi, yakni posisi akhir dari list. Posisi ini disebut puncak atau top dari stack. Elemen stack S pada posisi ini dinyatakan dengan TOP(S).

Jelasnya, bila stack S [S1, S2, …, ST], maka TOP(S) adalah ST. Banyaknya elemen
stack S pada suatu saat tertentu biasa kita sebut sebagai NOEL(S). Jadi untuk stack kita di atas, NOEL(S) = T. Seperti halnya pada semua linear list, pada stack dikenal operasi penghapusan dan pemasukan. Operator penghapusan elemen pada stack disebut POP, sedangkan operator pemasukan elemen, disebut PUSH. Untuk menggambarkan kerja kedua operator di atas.

Meskipun stack amat luas digunakan, banyak bahasa pemrograman tidak mempunyai tipe data stack secara built-in. Dalam hal ini, Pemrogram harus memanipulasi sendiri fasilitas yang dimiliki bahasa pemrograman tersebut, untuk dapat melakukan operasi stack terhadap variabel stack.

Mungkin cara yang paling sederhana adalah membentuk stack dalam bentuk semacam array. Jelas kita harus membedakan suatu stack dengan suatu array yang sesungguhnya. Pemrogram harus memaksakan berlakunya aturan LIFO (Last In First Out) bagi stack. Selain itu juga, penempatan stack dalam bentuk array mengakibatkan suatu keterbatasan, yakni bahwa elemen stack harus homogen. Keterbatasan lain yang timbul adalah keharusan.

Pemrogram untuk menentukan batas atas dari subscript array, walaupun stack secara teori tidak memiliki batas maksimum dalam jumlah elemen. Jika diinginkan, seharusnya kita dapat membuat stack yang panjangnya tak hingga. Satu hal yang nyata membedakan stack dengan array adalah banyaknya elemen stack yang dapat bertambah atau berkurang setiap waktu, sementara banyaknya elemen sebuah array selalu tetap.


STACK

* LINEAR LIST

Linear List adalah suatu struktur data yang merupakan himpunan terurut. Misal didefinisikan  suatu linear list A yang terdiri atas T buah elemen sebagai berikut :

A = [a1, a2, .........., aT]

Jika T = 0, maka A dikatakan sebagai “Null List”.
Suatu elemen dari sembarang posisi pada linear list A dapat dihilangkan. Sebaliknya, suatu elemen baru dapat dimasukkan ke dalam list dan dapat menempati sembarang posisi pada list tersebut. Jadi suatu linear list dapat berkurang atau bertambah setiap saat.

* DEFINISI STACK

Stack adalah suatu bentuk khusus dari linear list di mana operasi penyisipan dan penghapusan atas elemen-elemennya hanya dapat dilakukan pada satu sisi saja yang disebut sebagai “TOP”.
Misal diberikan Stack S sebagai berikut :

S = [ S1, S2, .........., ST ]   * maka TOP(S) = ST.

Untuk menunjukkan jumlah elemen suatu stack digunakan notasi NOEL. Dari stack di atas, maka NOEL(S) = T. Selanjutnya, jika diberikan sebuah stack S = [A,B,C,D], maka stack S ini dapat digambarkan sebagai berikut :




* OPERASI DASAR PADA STACK

Ada empat operasi dasar yang didefinisikan pada stack, yaitu :

1. CREATE(stack)
2. ISEMPTY(stack)
3. PUSH(elemen,stack)
4. POP



1. CREATE
Operator ini berfungsi untuk membuat sebuah stack kosong dan didefinisikan bahwa :

NOEL(CREATE(S)) = 0 dan TOP(CREATE(S)) = null

2. ISEMPTY
Operator ini berfungsi untuk menentukan apakah suatu stack adalah stack kosong. Operasinya akan bernilai boolean, dengan definisi sebagai berikut :

ISEMPTY(S)  = true, jika S adalah stack kosong
          = false, jika S bukan stack kosong

Atau

ISEMPTY(S) = true, jika NOEL(S) = 0
            = false, jika NOEL(S) * 0

Catatan : ISEMPTY(CREATE(S)) = true.

3. PUSH
Operator ini berfungsi untuk menambahkan satu elemen ke dalam stack. Notasi yang digunakan adalah :

PUSH(E,S)

Artinya : menambahkan elemen E ke dalam stack S.
Elemen yang baru masuk ini akan menempati posisi TOP.
Jadi : TOP(PUSH(E,S)) = E.

Akibat dari operasi ini jumlah elemen dalam stack akan bertambah, artinya NOEL(S) menjadi lebih besar atau stack menjadi tidak kosong (ISEMPTY(PUSH(E,S)) = false).

4. POP
Operator ini berfungsi untuk mengeluarkan satu elemen dari dalam stack.Notasinya:

                                             POP(S)

Elemen yang keluar dari dalam stack adalah elemen yang berada pada posisi TOP.
Akibat dari operasi ini jumlah elemen stack akan berkurang atau NOEL(S) berkurang dan elemen pada posisi TOP akan berubah. Operator POP ini tidak dapat digunakan pada stack kosong, artinya :

POP(CREATE(S)) = error condition

Catatan : TOP(PUSH(E,S)) = E



* DEKLARASI STACK PADA BAHASA PEMROGRAMAN

Dalam bahasa pemrograman, untuk menempatkan stack biasanya digunakan sebuah array. Tetapi perlu diingat di sini bahwa stack dan array adalah dua hal yang berbeda. Misalkan suatu variabel S adalah sebuah stack dengan 100 elemen. Diasumsikan elemen S adalah integer dan jumlah elemennya maksimum adalah 100 elemen. Untuk mendeklarasikan stack dengan menggunakan array, harus dideklarasikan pula variabel lain yaitu TOP_PTR yang merupakan indeks dari array. Variabel TOP_PTR ini digunakan untuk menyatakan elemen yang berada pada posisi TOP dalam stack tersebut. Selanjutnya gabungan kedua variabel ini diberi nama STACK_STRUCT. Kemudian didefinisikan bahwa :

NOEL(S) = TOP_PTR
ISEMPTY(S) = TRUE, jika TOP_PTR = 0 dan
                    FALSE, jika TOP_PTR > 0.

Maka bentuk deklarasinya dalam PASCAL adalah :

TYPE Stack_Struct = Record
        Stack   : array[1..100] of integer;
        TopPtr : integer;
End;
VAR S : Stack_Struct;

Selanjutnya, untuk keperluan operasi PUSH dan POP harus dibuat suatu prosedur tersendiri, yaitu :

PROCEDURE PUSH(Eon : integer);
Begin
If (S.TopPtr < NoelMax) Then 
Begin
S.TopPtr := S.TopPtr + 1;
S.Stack [S.TopPtr] := Eon
End
Else Overflow_Condition
End;

PROCEDURE POP(Eoff : integer);
Begin
If (S.TopPtr > 0) Then 
Begin
Eoff := S.Stack[S.TopPtr];
S.TopPtr := S.TopPtr - 1
End
Else Underflow_Condition  
End;

Catatan :
Overflow adalah suatu keadaan di mana kita melakukan operasi PUSH terhadap stack dalam keadaan penuh. Underflow adalah keadaan di mana kita melakukan operasi POP terhadap stack kosong. Eon adalah elemen yang akan dimasukkan ke dalam stack dan Eoff adalah elemen yang akan dikeluarkan dari dalam stack.


* PENGGUNAAN / APLIKASI STACK

Logika stack digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam masalah. Antara lain digunakan pada compiler, operating system dan dalam program-program aplikasi. Berikut ini tiga buah contoh aplikasi stack, yaitu :

* MATCHING PARENTHESES

Proses ini dilakukan compiler untuk memeriksa kelengkapan tanda kurung yang terdapat pada suatu ekspresi aritmetik. Sedangkan stack di sini digunakan sebagai tempat prosesnya. Algoritma yang digunakan adalah :

1.Elemen-elemen suatu ekspresi aritmetik (string) di-Scan dari kiri ke kanan.
2.Jika ditemukan simbol "(" atau "Left parenthesis", maka simbol tersebut di-push ke dalam stack.
3. Jika ditemukan simbol ")" atau "Right parenthesis", maka isi stack diperiksa.
* Jika stack kosong
* terjadi kesalahan.
berarti : ada simbol ")", tetapi tidak ada simbol "(" yang seharusnya mendahului.
*Jika stack tidak kosong * artinya ada pasangannya dan langsung di-POP keluar stack.

Misalkan NEXT CHAR adalah suatu karakter terakhir dalam suatu string. Berikut ini bentuk flowchart (logika proses) yang digunakan pada proses matching ini :





* NOTASI POSTFIX

Bentuk aplikasi stack yang lain adalah mengubah suatu ekspresi aritmatik (string) ke dalam notasi postfix. Notasi postfix ini digunakan oleh compiler untuk menyatakan suatu ekspresi aritmatik dalam bahasa tingkat tinggi (high level language). Stack digunakan oleh compiler untuk mentransformasikan ekspresi aritmatik menjadi suatu ekspresi dalam bentuk/notasi postfix.

Contoh :
Misal diberikan ekspresi aritmatik : A + B ;
Maka bentuknya dalam notasi postfix menjadi : AB+
Urutan (prioritas) dari operator adalah :
1. Perpangkatan (^)
2. Perkalian (*) atau Pembagian (/)
3. Penjumlahan (+) atau Pengurangan (-)

Aturan yang digunakan dalam proses transformasi tersebut adalah :

  • Ekspresi aritmatik yang diberikan di- "Scan" dari kiri ke kanan.
  • Bila simbol yang di-scan adalah "(", maka simbol tersebut di push ke dalam stack.
  • Bila simbol yang di-scan adalah ")", maka seluruh isi stack di pop keluar mulai dari simbol "(" yang pertama ditemukan dalam stack.
  • Bila simbol adalah operator, maka dilakukan perbandingan dulu dengan simbol (operator) yang berada pada posisi top dalam stack.



  1. Jika derajatnya setara atau lebih rendah dari simbol yang berada pada posisi top, maka top stack di-pop keluar sebagai output dan simbol yang baru di-push ke dalam stack.
  2. Jika derajatnya lebih tinggi dari simbol yang berada pada posisi top, maka simbol (operator) yang di-scan tersebut di-push ke dalam stack.
  3. Bila simbol yang di-scan adalah operand, maka simbol tersebut langsung sebagai output.
  4. 6Bila simbol adalah ";" maka seluruh isi stack di-pop sebagai output.


Contoh :
Misal diberikan sebuah ekspresi aritmatik dengan bentuk sbb:

( (A + B) * C / D + E ^ F ) / G ;

Selanjutnya akan dicari bentuk ekspresi diatas dalam notasi postfix.
Proses yang dilakukan dapat digambarkan dalam tabel berikut :


Jadi ekspresi aritmatik : ( ( A + B ) * C / D + E^F ) / G ;
dalam notasi postfix menjadi : AB+D*C/EF^+G/

* PROSES REKURSIF
Stack juga dapat digunakan untuk menelurusuri suatu program atau procedure yang rekursif.

Berikut ini sebuah contoh yang menyelesaikannya menggunakan proses rekursif.

  Persoalan :
Agar diperoleh uang sebanyak 1.000.000 rupiah pada 25 tahun yang akan datang,  berapakah banyak uang yang harus didepositokan saat ini. dianggap bahwa tingkat bunga tidak berubah selama 25 yahun yaitu sebesar 8% per_tahun.

Penyelesaian :
Untuk menyelesaikan masalah ini akan digunakan logika stack yatiu :
- pada tahun ke-25 jumlah uang = Rp. 1.000.000,-
- pada tahun ke-24 jumlah uang = Rp. 1.000.000 / (1 + 0.8)
- pada tahun ke-23 jumlah uang = 
  dst

Berikut ini sebuh program PASCAL yang mengandung suatu procedure rekursif untuk menghitung jumlah uang diinginkan.

PROGRAM DEPOSITO ;
CONST Goal = 1000000;
Rate = 0.08;
VAR Ju : Real;
Thn: Integer;

PROCEDURE Hitung (VAR Thn : Integer);
BEGIN 
IF (Thn > 0) THEN
BEGIN 
Ju := Ju/(1.0 + Rate);
Thn := Thn - 1;
Hitung(Thn);
END;
END;
BEGIN
Thn := 25;
Ju := Goal;
HITUNG(Thn);
WRITE(Ju);
END.

Pemanggilan pertama procedure HITUNG dimana nilai Thn =25

Pemanggilan kedua procedure HITUNG dimana nilai Thn = 24



Pemanggilan ketiga procedure HITUNG, dimana nilai Thn = 23



Setelah 25 kali pemanggilan procedure HITUNG keadaan stack adalah :




  MAPPING KE STORAGE DARI STACK

       Bentuk mapping ke storage dari stack yang paling sederhana adalah dengan menggunakan pendekatan array satu dimensi. Hal ini karena sarana yang digunakan untuk menyatakan suatu stack adalah array.
       Jika diberikan stack S dengan m elemen maka bentuk mappingnya seperti mapping array satu dimensi dengan m elemen.




Selanjutnya jika terdapat dua stack S1 dan S2 masing-masing dengan jumlah maksimum elemennya adalah M dan N, maka kedua stack ini dialokasikan dalam dengan bentuk sbb:



Konsep mapping seperti diatas dianggap tidak efisien, terutama jika S1 dan S2 tidak penuh pada saat yang bersamaan.

Cara dianggap lebih baik adalah :
Jika diketahui bahwa jumlah elemen S1 dan S2 tidak melebihi jumlah tertentu, misal N.

NOEL(S1) + NOEL(S2) <= N

Maka bentuk mapping yang digunakan adalah :







Terimakasih sudah datang dan membaca artikel kami Sertakan link sumber untuk menghargai karya cipta orang lain :)

Total Tayangan Halaman